Windows 7 berakhir, Pengguna masih bisa menggunakanya namun risikonya

16
339

Pada tanggal 14 Januari 2020, Microsoft menghentikan dukungan untuk Windows 7.

Dengan berakhirnya dukungan untuk Windows 7, banyak yang merasa takut bahwa komputer dan aplikasi mereka tidak bisa digunakan lagi. ada beberapa alasan mereka enggan untuk beralih ke Windows 10 contohnya: karena Windows 7 ringan dan masih bisa berjalan walaupun hanya RAM 1GB saja dan mereka juga sudah terbiasa dengan UI (User Interface/Tampilannya).

Sekitar 80 persen masyarakat Indonesia diketahui masih menggunakan Windows 7 ini, dengan berakhirnya Windows 7 kamu masih tetap bisa menggunakannya tetapi komputer ataupun laptop akan lebih rentan untuk diserang virus dan malware dikarenakan tidak ada lagi update patch keamanan terbaru.

“Jika Anda terus menggunakan Windows 7 setelah dukungannya berakhir, PC Anda akan tetap berfungsi, tetapi akan menjadi lebih rentan terhadap risiko keamanan dan virus,” papar Microsoft yang tertulis dalam pengumumannya.

Beberapa pengguna merasa perlindungan dengan antivirus sudah cukup. Namun, menurut Alfons, penggunaan antivirus tetap kurang signifikan untuk membantu komputer dengan OS lama dan virus atau hack terbaru.

Dia mencontohkan malware WannaCry pada 2017 silam yang dapat membobol keamanan komputer dengan antivirus terbaru sekalipun. KasusWannaCry menunjukan bahwa eksploitasi celah keamanan bisa terjadi pada sistem dilindungi antivirus ter-update.

“Tanpa eksploitasi celah keamanan saja program antivirus sering kebobolan dari serangan virus,” kata Alfons. “Apalagi ditambah dengan eksploitasi celah keamanan, malah tambah rentan lagi sistem yang hanya mengandalkan program antivirus dan tidak disiplin melakukan patch atas celah keamanan yang timbul.”

Windows 7 Ultimate

Jadi masih ingin tetap pakai Windows 7?, disarankan untuk segera upgrade ke Windows 10, Tapi jika tetap ingin pakai Windows 7 berhati-hatilah saat browsing ataupun mendownload aplikasi crack/bajakan.

LEAVE A COMMENT